Blog

Dalam kehidupan sehari-hari sandang atau yang dikenal dengan nama pakaian merupakan kebutuhan pokok setiap orang, baik di kota maupun di desa. Kita baru menyadari bahwa setiap orang akan membutuhkan yang namanya pakaian, dan betapa pentingnya pakaian itu untuk menutup tubuh kita dan melindungi tubuh kita dari dinginnya udara malam atau teriknya panas matahari.
Pakaian yang kita kenakan pada umumnya akan kita ganti minimal 1(satu) kali dalam sehari, bahkan pada kebanyakan orang bisa menggunakan lebih dari 1 (satu)jenis pakaian dalam sehari. Biasanya antara baju kerja dan baju tidur akan dibedakan, sehingga setiap orang rata-rata memerlukan 2 (dua) jenis pakaian yaitu baju kantor atau baju kerja dan baju santai untuk tidur, yang biasanya berupa kaos, sarung atau piyama. Baju kantor atau baju kerja yang kita pakai hampir dipastikan akan menjadi kotor, yang disebabkan oleh debu dari luar rumah. Penyebab kotornya baju bila tidak karena debu bisa juga disebabkan oleh menempelnya keringat di pakaian kita. Debu dan Keringat yang menempel di pakaian akan membuat pakaian menjadi tercemar dan berbau, sehingga tidak sehat dan segar lagi apabila tetap dikenakan. Untuk membuat pakaian menjadi bersih dan nyaman untuk dipakai, maka harus dicuci secara teratur sehingga baju menjadi bersih, tidak berbau, sehat dan nyaman untuk dipakai. Selain karena alasan kesehatan,kebersihan dan kenyamanan, pakaian dicuci adalah merupakan suatu proses untuk perawatan. Agar pakaian tetap awet dan bertahan lama, maka perlu di bersihkan secara teratur dengan cara dicuci,misalnya kain batik tulis, harus dicuci secara teratur dengan Lerak supaya coraknya terlihat mencorong dan warnaya tidak pudar. Selain dari hal itu pakaian yang kotor karena tercemar oleh debu dan keringat yang menempel, akan menjadikan pakaian itu lusuh dan terkesan tak terawat, apalagi pakaian itu kenang-kenangan dari sesorang yang istimewa dan berharga mahal.
Pakaian kotor yang tidak segera dicuci, karena debu dan keringat yang menempel di kerah baju misalnya, akan lebih sulit lagi dibersihkan kalau sudah terlalu lama tercemar debu dan keringat, kerah baju akan menjadi berbekas kuning dan terlihat tidak layak lagi baju tersebut dipakai.
Oleh karena itu seyogyanya apabila pakaian kita sudah terlihat kotor maka jangan ditunda-tunda lagi untuk segera dicuci, ataukalau kita lagi malas paling tidak direndam di air bersih supaya debu dan keringatnya ternetralisir oleh air. Demikian sharing dari Bening Coin Laundry, semoga bermanfaat, dan kami akan teruskan pada tulia berikutnya. Salam BCL ….

Pada sharing sebelumnya disarankan hendaknya pakaian dapat segera dicuci untuk menjaga agar pakaian tetap terawat, bersih, sehat dan nyaman untuk dipakai, atau kalau kita lagi malas, paling tidak direndam dulu supaya kotoran dan bau keringat ternetralisir oleh air bersih. Perendaman dapat dilakukan tanpa atau dapat juga dicampur dengan deterjen. Namun demikian dalam merendam pakaian juga tidak dianjurkan terlalu lama, paling lama 0,5 (setengah) jam atau 1 (jam) jam saja, karena merendam pakaian terlalu lama, apalagi sudah dicampur dengan deterjen akan menyebabkan bau yang tidak sedap atau apak.

Pencucian Secara Manual.

Setelah perendaman dilakukan maka pencucian dapat dimulai, bisa di kucek atau disikat secara manual seperti biasa atau di proses melalui mesin cuci. Meskipun kita menggunakan mesin cuci, namun terdapat beberapa bagian yang perlu dilakukan sentuhan pencucian secara manual, karena bagian-bagian tertentu tersebut tidak dapat terjangkau secara detail oleh proses pencucian dengan mesin cuci. Bagian yang dikucek atau disikat pada umumnya yang menempel pada lipatan-lipatan badan misalnya bagian kerah atau bagian pangkal lengan tepatnya bagian yang menempel pada ketiak. Penyikatan hendaknya tidak perlu dilakukan secara kuat-kuat namun cukup disikat seperlunya dengan sikat khusus untuk mencuci atau bisa juga menggunakan sikat gigi yang sudah tidak terpakai. Setelah kita kucek atau disikat bagian-bagian tertentu tersebut, maka proses pencucian besar baru bisa kita mulai dengan mengucek atau menyikat bagian-bagian yang lebar dengan menggunakan alas/papan cuci seperti model talenan besar. Bilamana memungkinkan tenaga kita, ada juga yang dipukul-pukulkan atau dibanting-banting di papan cuci tersebut, seperti sering kita lihat para Ibu-ibu kita jaman dulu, bila mencuci selalu dipukul-pukulkan. Hal ini bukan berlebihan karena teknologi mesin cuci front loading justru meniru teknik pencucian tradisional para Ibu-Ibu jaman dahulu, yaitu dengan cara dibanting-banting seperti dipukul-pukulkan, sehingga kotoran akan rontok. Setelah dilakukan pencucian dengan cara dikucek, disikat dan dibanting-banting maka proses selanjutnya adalah pembilasan. Proses pembilasan dilakukan dengan cara mencelupkan pakaian yang sudah dikucek, disikat dan dibanting/dipukul-pukulkan di papan cuci tersebut ke dalam ember atau bak yang sudah diisi air bersih. Pakaian tersebut dicelukan dan diangkat keatas dicelupkan lagi, kembali diangkat beberapa kali, dua atau tiga kali kemudian diperas dan dilipat diperas lagi sampai airnya berkurang. Setelah proses pembilasan dan pemerasan terakhir dilakukan dan airnya sudah berkurang maka pakaian atau baju yang sudah dicuci tersebut dapat dijemur, maka selesailah prose pencucian manual tersebut dilakukan. Demikian Sharing dari Bening Coin Laundry, semoga bermanfaat dan kami akan teruskan pada tulisan berikutnya. Salam BCL…

Kami mengucapkan terimakasih kepada para netizen yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca tulisan sederhana ini. Pada sharing sebelumnya kami menyajikan tulisan mengenai mencuci pakaian secara manual. Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi pengalaman mencuci dengan menggunakan mesin cuci.

Mencuci Pakaian dengan menggunakan mesin cuci.

Mesin cuci yang beredar di Indonesia sangatlah beragam merek dan type-nya, namun demikian dalam tulisan ini, kami membatasi dan kami ingin sharing pengalaman mengenai mesin cuci yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan mencuci harian untuk Keluarga Sedang atau untuk kebutuhan Anak Kos dengan frekuensi mencuci secara mingguan.

Mesin cuci buatan negeri ginseng, merupakan mesin cuci yang cukup handal untuk digunakan sehari-hari, adapun type dengan kapasitas 7 Kg adalah type yang cocok untuk kebutuhan kedua pola diatas, yaitu untuk Keluarga sedang dan untuk Anak Kos. Selain dari kapasitas yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan, daya listriknya pun perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan. Untuk mesin cuci dengan kapasitas kecil biasanya memerlukan daya listrik yang rendah, sebaliknya mesin cuci dengan kapasitas besar, akan memerlukan daya listrik yang tinggi sehingga boros pemakaian listriknya. Untuk itu perlu kita perhitungan dan pertimbangkan kapasitas mesin cuci yang akan kita gunakan disesuaikan dengan kebutuhan kita, agar tidak terlalu boros pemakaian Listriknya, apalagi tarip listrik saat ini makin melambung saja. Mesin cuci dengan kapasitas 7 Kg Front Loading pada umumnya hanya memerlukan daya listrik sekitar 400 Watt atau kurang, sehingga mesin cuci dengan kapasitas 7 Kg sangat cocok untuk kebutuhan harian Keluarga Sedang dan Anak Kos dengan frekuensi mencuci mingguan. Meskipun kapasitas di mesin cuci tertera 7 Kg, namun sebenarnya kapasitas pakaian kering yang dapat dimasukkan ke dalam tabung mesin cuci tersebut maksimum seberat 4 Kg pakaian kering. Adapun yang tertera di mesin cuci dengan kapasitas 7 Kg adalah untuk berat pakaian basah. Kalaupun ingin dipaksakan diisi lebih dari 4 Kg, toleransi kelebihan berat nya maksimum 5%.

Apabila dipaksakan melebihi kapasitas, maka mesin cuci akan bekerja tidak maksimal, karena space terlalu padat, sehingga tidak ada ruang yang cukup bagi pakaian untuk berputar dan dibanting-banting didalam tabung mesin cuci untuk merontokkan kotoran, akhirnya hasil cucian tidak optimal. Selain dari hasil cucian yang kurang bersih, apabila mesin cuci dipaksakan bekerja melebihi kapasitas, maka mesin cuci akan cepat rusak dan harus sering di Service atau diganti Spare Parts nya.

Untuk pencucian Standard, dengan berat pakaian kering yang dicuci maksimum 4 Kg atau kurang, mode pencucian yang sering digunakan pada mesin cuci merek dan type tertentu yang disebut diatas, dapat kita pilih dengan menggunakan mode Quick Wash 30″. Mode pencucian ini meskipun tertera 30″ namun waktu sebenarnya yang dibutuhkan untuk proses pencucian sampai dengan selesai, adalah kurang lebih 40 menit. Apabila pakaian yang dicuci kotor sekali, maka dapat ditambah dengan menekan feature Intensive, dengan waktu tambahan yang dibutuhkan untuk proses pencucian kurang lebih 10 menit, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk proses pencucian hingga selesai, diperlukan waktu sekitar 50 menit. Apabila kita menghendaki dilakukan perendaman terlebih dahulu, supaya kotoran larut dalam air sabun deterjen dan kotoran di pakaian mudah rontok pada saat pakaian berputar dan dibanting-banting didalam tabung mesin cuci , maka bisa ditambahkan dengan menekan feature Pre Wash.

Setelah pakaian kering yang akan dicuci dimasukkan kedalaman tabung mesin cuci Front Loading dan sabun deterjen serta tak lupa cairan Pewangi/Pelembut pakaian telah dimasukkan juga kedalam laci deterjen dan laci Pewangi, maka proses pencucian dapat dimulai dengan menekan tombol ” On” kemudian diikuti dengan pemilihan mode “Quick 30”. Selain pemilihan mode tersebut, bisa juga ditambahkan Feature Intensive dan Pre Wash agar Cucian menjadi lebih bersih. Setelah pemilihan mode dilaksanakan, selanjutnya tekan  tombol “Start” maka proses pencucian dimulai. Selama proses pencucian pintu mesin cuci Front Loading tidak dapat dibuka atau pintu mesin cuci akan terkunci secara automatic .

Proses pencucian selesai dalam waktu kurang lebih 60 menit, yang ditandai dengan berbunyinya alarm musik. Setelah alarm yang menandai berakhirnya proses pencucian berbunyi, pintu mesin cuci tidak serta merta dapat langsung dibuka, kita tunggu selama 2 (dua) menit kemudian baru pintu mesin Cuci Front Loading bisa dibuka. Apabila dipaksakan dibuka sebelum 2 (dua) menit, maka kunci pintu mesin cuci akan bisa rusak. Sebelum 2 (dua) menit pintu tidak boleh dipaksa untuk dibuka. Setelah 2 (dua) menit pintu mesin cuci baru dapat dibuka, selanjutnya kita keluarkan cucian dari tabung mesin cuci untuk kemudian kita keringkan . Apabila mesin cuci beroperasi tidak sampai Finish, yaitu dihentikan sebelum proses pencucian berakhir (sebelum alarm musik berbunyi) atau tiba-tiba listrik PLN mendadak padam/ mati. Maka bisa terjadi didalam tabung mesin cuci masih terdapat sisa air yang terjebak tidak dapat keluar. Dalam kondisi seperti itu ada beberapa alternatif yang dapat kita ambil untuk penyelesaian masalah pencucian yang belum Finish. Mengingat keterbatasan waktu untuk menulis, maka Sharing pengalaman untuk penyelesaian masalah pencucian yang belum Finish, akan kami lanjutkan pada kesempatan berikutnya. Demikian Sharing dari Bening Coin Laundry semoga bermanfaat. Salam BCL……

Pada tulisan sebelumnya kami menyajikan tulisan mengenai akibat dari pencucian yang belum Finish pada mesin cuci,  namun kami belum menyampaikan solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang mungkin ditimbulkan pada saat mesin cuci mati,  sebelum mesin cuci tersebut selesai dalam melaksanakan tugasnya.

Bilamana tiba-tiba Listrik PLN padam dan mesin cuci tengah beroperasi, maka permasalahan yang mungkin timbul adalah masih terendamnya baju di dalam tabung mesin cuci, sehingga baju masih basah,  serta air masih terjebak didalam tabung mesin cuci dalam jumlah yang relatif cukup banyak,  kurang lebih bisa satu atau 2 (dua)  ember ukuran sedang.  Untuk mengatasi hal ini ada 2(dua) alternatif yang akan kita ambil yaitu :

1.  Menunggu aliran listrik hidup dan meneruskan proses pencucian hingga selesai,  karena program pencucian masih tersimpan dalam memori.

2. Melakukan pengurasan air yang terjebak didalam tabung mesin cuci, dengan cara membuka pintu kecil yang ada dibawah sebelah kanan mesin cuci, kemudian mengeluarkan dan membuka tutup selang kecil untuk pembuangan dan membuang air melalui selang kecil tersebut untuk ditampung didalam ember,  setelah air habis kemudian kita keluarkan pakaian basah yang ada didalam tabung untuk selanjutnya kita meneruskan pencucian secara manual.

Untuk alternatif pertama bisa kita lakukan,  namun kita tidak tahu pasti kapan listrik akan menyala,  kecuali kita punya genset maka proses pencucian dapat segera dilanjutkan sampai dengan Finish.  Namun apabila kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu aliran listrik menyala kembali,  maka kami sarankan untuk mengambil alternatif yang ke 2. Karena pencucian dapat segera kita tuntaskan meskipun dengan cara manual, disamping itu apabila kita hanya mengambil pakaian saja tanpa menguras air yang terjebak didalam tabung mesin cuci,  maka mesin cuci akan menjadi Error dan tidak dapat dioperasikan,  sebelum dilakukan pengurasan air yang terjebak didalam tabung mesin cuci. Demikian Sharing dari Bening Coin Laundry,  semoga bermanfaat dan salam dari BCL…